Home Away from Home, Mahasiswa UIN Malang Bantu Mahasantri Perantau Hadapi Homesickness
Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengajak mahasantri perantau lebih memahami kesehatan mental dan mengatasi kerinduan terhadap rumah (homesickness) melalui kegiatan Home Away from Home di Islamic Tutorial Center (ITC), Kampus 3 UIN Malang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang digelar Kelompok B mata kuliah Psikoterapi di bawah bimbingan Muh. Anwar Fu’ady, S.Psi., M.A. tersebut menyasar mahasantri baru yang tengah beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan dan lingkungan Ma’had.
Perubahan rutinitas, aturan kehidupan asrama, lingkungan pertemanan, hingga jarak dari keluarga menjadi tantangan yang dapat memicu kerinduan terhadap rumah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi bahwa perasaan rindu, asing, dan kewalahan merupakan pengalaman yang dapat muncul selama masa transisi.
Tim mengajak mahasantri mengenali perasaan tersebut sekaligus memahami pentingnya dukungan sosial agar mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan singkat mengenai kesehatan mental, dilanjutkan sesi tanya jawab tentang homesickness dan cara mengatasinya.
Peserta yang aktif menjawab pertanyaan berkesempatan memperoleh buku saku, camilan, serta pesan penyemangat melalui Box Hadiah untuk Mahasiswa Rantau.
Pesan-pesan tersebut ditulis mahasiswa semester lima yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan sebagai mahasiswa perantau dan tinggal di Ma’had.
Pengalaman kakak tingkat itu diharapkan menjadi sumber motivasi sekaligus membantu mahasantri baru merasa lebih dipahami.
Selain dukungan emosional, tim membagikan buku saku bertajuk Survival Guide Mahasantri. Buku tersebut memuat informasi mengenai kesehatan mental, pengenalan homesickness, strategi mengatasi kerinduan terhadap rumah, pengelolaan aktivitas, serta cara beradaptasi dengan lingkungan baru.
Sekitar 22 mahasantri mengambil pesan dukungan dan camilan yang disediakan. Sementara itu, delapan peserta pertama yang berhasil menjawab pertanyaan atau membacakan surat mendapatkan buku saku.
Pada akhir kegiatan, peserta menuliskan kesan dan pesan melalui kertas sticky notes yang ditempelkan pada papan kreasi tim. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Melalui program ini, mahasiswa berharap mahasantri perantau mampu mengenali kondisi emosionalnya, menerapkan strategi sederhana untuk menghadapi masa adaptasi, serta lebih terbuka mencari dukungan ketika mengalami kesulitan.
Kegiatan Home Away from Home diselenggarakan oleh Arini, Khalifatul Mufrida, Mazaya Hidayatil Maula, Nur Abidah Salma, Ahda Nazha El-Taqiyya, Anindya Hayu Nasywa, dan Dimas Eksa Permadi.
Program ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Psikoterapi yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lingkungan kampus.
Melalui edukasi dan dukungan teman sebaya, mahasiswa berupaya menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental mahasantri.
Pesan utama kegiatan ini adalah bahwa adaptasi membutuhkan waktu, kerinduan terhadap rumah merupakan pengalaman yang dapat dipahami, dan setiap mahasiswa berhak memperoleh dukungan selama menjalani proses perubahan.( Eno).
