Reuni ke-5 MMTC 2027, Kembali ke Yogyakarta, Alumni Sepakat Perkuat Silaturahmi

2136266_11zon

Lembang | Serulingmedia.com – Reuni ke-4 alumni Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) MMTC Yogyakarta di Lembang dan Bandung, Jawa Barat, menghasilkan keputusan penting.

 

Para alumni sepakat membawa kembali gelaran reuni ke-5 ke Yogyakarta, tempat almamater MMTC berdiri dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.

 

Keputusan tersebut disepakati dalam reuni alumni kedinasan MMTC yang berlangsung di Lembang dan Bandung, Selasa (6/10/2026).

 

Selain menjadi ajang temu kangen, reuni juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, serta hubungan alumni dengan almamater.

Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Dr. R. Muhammad Agung Harimurti, menyampaikan apresiasi atas konsistensi alumni dalam menjaga hubungan dan tetap mengingat almamater.

 

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan yang dilakukan secara virtual atau daring dalam kegiatan reuni.

Agung menilai, konsistensi alumni untuk terus berkumpul merupakan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga besar STMM MMTC Yogyakarta.

“Terima kasih masih terus berkumpul dan mengingat MMTC. Itu sebuah kebahagiaan bagi kami di Jogja. Bapak dan Ibu masih selalu mengingat masa-masa kuliah dahulu, masa-masa ketika masih berjuang membangun idealisme untuk menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Multimedia,” ujarnya.

Ia berharap keputusan menggelar reuni ke-5 di Yogyakarta dapat menjadi kesempatan bagi para alumni untuk kembali mengunjungi kampus sekaligus melihat berbagai perkembangan terbaru STMM MMTC.

“Semoga kembali ke Jogja lagi, kemudian mengunjungi kampus,” katanya.

Dalam sambutannya, Agung juga memaparkan sejumlah capaian STMM MMTC. Salah satunya adalah perolehan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam bidang animasi melalui pengumpulan desain 40 dan karakter.

 

Menurutnya, capaian tersebut menjadi prestasi penting di tingkat nasional dan bahkan regional ASEAN.

STMM MMTC juga terus memperkuat jejaring internasional. Sejumlah agenda internasional dijadwalkan berlangsung, termasuk kedatangan tamu dari Amerika Serikat melalui program Fulbright serta seminar dan pameran internasional yang mengangkat tema kartun dan animasi.

Dari sisi kelembagaan, Agung mengatakan STMM MMTC terus berupaya meningkatkan kualitas dan akreditasi perguruan tinggi. Dalam proses tersebut, peran alumni menjadi bagian penting, khususnya dalam memperkuat hubungan alumni dan mendukung pengembangan mahasiswa.

“Kami mohon doa dan dukungannya, karena tanpa dukungan alumni, peningkatan akreditasi itu tidak akan terwujud,” tegasnya.

Agung juga menyampaikan bahwa STMM MMTC tengah melakukan penguatan tata kelola keuangan.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan institusi sekaligus mendukung pengembangan kampus agar semakin mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.

 

Ia menambahkan, mahasiswa baru STMM MMTC tahun ini berasal dari 34 provinsi. Kondisi tersebut menunjukkan keberagaman yang menjadi salah satu kekuatan lembaga pendidikan yang telah melahirkan alumni dari berbagai penjuru Indonesia.

“Kami senang sekali masih dilibatkan dalam kegiatan alumni dan harapannya silaturahmi kita akan terus terjalin, baik antara alumni kedinasan, kampus, dan adik-adik nonkedinasan,” katanya.

Reuni Tak Sekadar Kumpul

Ketua Alumni MMTC Kedinasan, Buang Supeno, berharap reuni tidak hanya menjadi ruang untuk bernostalgia dan bersenang-senang. Ia mendorong agar kegiatan reuni ke depan juga memiliki dampak sosial melalui kegiatan amal atau charity.

“Mari kita mencoba ke depannya bisa diagendakan dengan berbagi untuk saudara kita yang memerlukan bantuan kita, sehingga kegiatan kita selain memberikan keceriaan juga menjadi investasi akhirat dengan shodaqoh,” ungkapnya.

Sementara itu, alumni MMTC yang pernah menjabat sebagai Kepala RRI, Sofrani Rozak, menyoroti tema reuni “Bahagia Bersama di Sisa Usia”

 

Menurutnya, kebersamaan alumni perlu terus dirawat agar para anggota dapat saling memberikan semangat dan manfaat.

Ia juga mengajak alumni memperkuat wadah komunikasi yang telah tersedia, termasuk grup WhatsApp alumni.

 

Menurutnya, komunikasi di antara alumni harus tetap dijaga dengan bijak agar menjadi ruang yang memberikan manfaat bagi seluruh anggota.

Dalam kesempatan itu, Sofrani mengusulkan agar reuni berikutnya kembali digelar di Yogyakarta. Usulan tersebut mendapat respons positif dari para alumni.

“Kalau bisa reuni berikutnya kita kembali ke Jogja,” ujarnya.

Menurut Sofrani, Yogyakarta bukan sekadar lokasi reuni, tetapi memiliki nilai historis bagi para alumni sekaligus dapat menjadi ruang untuk melahirkan inspirasi dan gagasan baru.

Usulan tersebut akhirnya menjadi keputusan reuni. Reuni ke-5 MMTC akan kembali digelar di Yogyakarta dengan penyelenggara dari perwakilan alumni Yogyakarta.

Keputusan tersebut menjadi penanda kuatnya ikatan alumni MMTC dengan almamater. Reuni diharapkan tidak berhenti sebagai agenda temu kangen, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi, kepedulian sosial, penguatan almamater, serta kontribusi alumni bagi generasi penerus.(Eno)