Tangkuban Perahu, Menyatukan Kenangan dan Silaturahmi Alumni MMTC

2135020_11zon

Bandung | Serulingmedia.com — Udara sejuk pegunungan, panorama alam, dan keceriaan para alumni menjadi warna tersendiri dalam Reuni ke-4 MMTC Yogyakarta di destinasi wisata Tangkuban Perahu, Bandung, Selasa (7/10/2026).

 

Perjalanan menuju Tangkuban Perahu bahkan sudah terasa istimewa sejak meninggalkan hotel. Di dalam bus wisata, suasana berubah menjadi penuh keceriaan.

Alunan musik dangdut menggema, diselingi goyangan dan canda tawa para peserta. Bus seolah menjadi panggung kecil tempat para alumni kembali menikmati masa-masa muda.

Sesaat, usia seperti tidak menjadi batas. Mereka yang kini telah memasuki usia lansia seakan kembali menjadi mahasiswa MMTC Yogyakarta puluhan tahun silam. Tawa, nyanyian, goyangan dan cerita-cerita lama mengalir sepanjang perjalanan.

Suasana semakin meriah karena kebersamaan membuat perjalanan terasa singkat.

 

Tidak terasa bahwa rambut telah memutih dan usia telah bertambah. Yang hadir justru semangat muda, persahabatan lama dan kenangan masa kuliah yang kembali hidup.

Bagi para alumni MMTC, perjalanan tersebut menjadi bagian penting dari wisata. Sebab, bukan hanya destinasi yang dituju, tetapi juga kenangan yang sedang dihidupkan kembali.

Ketua Panitia Reuni, Popon, mengatakan pemilihan Tangkuban Perahu telah dipertimbangkan secara matang. Salah satu pertimbangannya adalah destinasi tersebut merupakan ikon wisata Bandung yang sudah dikenal luas.

“Bandung terkenal dengan tempat wisatanya, salah satunya Tangkuban Perahu. Orang biasanya hanya mengenalnya dari cerita legenda. Padahal, tempat ini sejuk, pemandangannya indah, nyaman dikunjungi dan cocok untuk berfoto-foto,” ujarnya.

Menurut Popon, faktor kenyamanan dan aksesibilitas menjadi pertimbangan penting karena sebagian besar peserta reuni telah berusia di atas 50 tahun.

“Tangkuban Perahu memang gunung, tetapi areanya cukup landai dan sekarang sudah semakin nyaman untuk dikunjungi. Jadi teman-teman yang usianya di atas 50 tahun tetap bisa menikmati suasana wisata dengan nyaman,” katanya.


Pilihan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Bagi mereka, keindahan Tangkuban Perahu hanyalah bagian dari perjalanan. Yang lebih penting adalah kebersamaan dan silaturahmi.

Endah Taufik, peserta asal Jakarta, mengaku perjalanan ke Tangkuban Perahu memberikan pengalaman berbeda. Meski sebelumnya pernah berkunjung, suasananya terasa lebih istimewa karena dilakukan bersama keluarga besar alumni MMTC.

“Walaupun kita sudah pernah ke sini, intinya karena kebersamaan dan silaturahmi, semuanya menjadi lebih seru,” tuturnya.

Endah berharap kebersamaan tersebut terus terjaga. Ia mengingatkan para alumni agar tetap menjaga kesehatan dan kekompakan.

“Kita harus tetap menjaga kesehatan, tetap kompak, karena alumni MMTC adalah bagian dari cerita perjalanan karier kita,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hartono, peserta asal Mataram. Ia menilai Tangkuban Perahu memiliki penataan kawasan dan fasilitas yang baik sehingga layak menjadi pilihan wisata bagi rombongan alumni.

“Wisata Tangkuban Perahu memang bagus. Penataan kunjungannya baik, fasilitasnya juga bagus. Layak untuk didatangi,” katanya.

Menurut Hartono, suasana Tangkuban Perahu sangat representatif untuk kegiatan reuni. Para alumni dapat berkumpul, berbincang, menikmati alam sekaligus melepas kerinduan setelah lama tidak bertemu.

“Untuk alumni MMTC sangat representatif. Kami sangat semangat berkumpul dan beramai-ramai di sini. Wisata ke sini menyatukan dan menyenangkan,” ujarnya.

Di tengah hawa sejuk Tangkuban Perahu, reuni akhirnya bukan hanya tentang perjalanan menuju sebuah destinasi. Ia menjadi perjalanan kembali menuju kenangan.

Perjalanan di dalam bus dengan iringan dangdut, tawa dan goyangan menjadi pengingat bahwa persahabatan tidak mengenal batas usia.

 

Puluhan tahun setelah meninggalkan bangku kuliah, semangat kebersamaan itu ternyata masih tetap menyala.

Rambut boleh memutih, langkah mungkin tidak lagi secepat dahulu, tetapi hati tetap muda ketika berkumpul bersama sahabat lama.

Tangkuban Perahu pun menjadi lebih dari sekadar objek wisata. Ia menjadi saksi perjalanan para alumni MMTC yang kembali menemukan masa mudanya dalam sebuah reuni.

Sebab, perjalanan wisata yang paling berkesan bukan selalu tentang seberapa jauh tempat yang dikunjungi, melainkan siapa yang berjalan bersama, tawa yang tercipta, dan kenangan yang dibawa pulang.( Eno).