Bukan Cuma Senjata, Alumni Menwa UMI Makassar Diminta Lawan Hoaks dan Radikalisme

1980088_11zon

Makassar | Serulingmedia.com — Ancaman terhadap negara tidak selalu datang dengan senjata. Hoaks, radikalisme, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan sosial-ekonomi kini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

 

Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar diminta memperluas medan pengabdiannya untuk menghadapi ancaman tersebut.

 

Pesan itu disampaikan Ketua Harian DPP Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Andi Tamsil, dalam pelantikan Pengurus IARMI Komisariat UMI Makassar periode 2026–2029 di Auditorium Al Jibra, Kampus Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (5/9/2026).

Andi Tamsil mengatakan Menwa tidak boleh dipandang hanya sebagai organisasi mahasiswa yang identik dengan kedisiplinan dan kegiatan bela negara.

 

Menwa, menurut dia, merupakan ruang pembentukan loyalitas, wawasan kebangsaan, jiwa korsa, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

“Menjadi alumni tidak harus berhenti mengabdi. Pengabdian harus diperluas,” kata Andi Tamsil.

Ia menyebut perubahan bentuk ancaman membuat konsep bela negara tidak dapat dimaknai secara sempit.

 

Berita bohong dapat memecah masyarakat. Radikalisme dan intoleransi dapat menggerus persatuan. Penyalahgunaan narkoba dapat merusak generasi muda. Persoalan sosial dan ekonomi juga dapat menjadi sumber kerentanan masyarakat.

Karena itu, alumni Menwa dituntut mengambil peran di luar lingkungan organisasi.

“Konsep bela negara harus dimaknai secara luas dengan menjaga persatuan dan integritas serta menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Menwa Diminta Jaga Stabilitas Masyarakat

Ketua Alumni Menwa UMI Makassar periode 2026–2029, H. Muhammad Syarif, SH., MH., mengatakan alumni Menwa memiliki modal organisasi yang dapat digunakan untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut dia, Menwa merupakan bagian dari komponen bangsa yang memiliki tanggung jawab menyiapkan kepemimpinan masa depan. Karena itu, alumni Menwa tidak cukup hanya mempertahankan tradisi organisasi, tetapi harus hadir menjawab persoalan masyarakat.

“Menwa harus lebih berperan dalam menjaga kestabilan di tengah masyarakat,” kata Muhammad Syarif seusai dilantik.

Ia mengajak seluruh alumni Menwa membangun sinergi dengan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi anggota Menwa dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.

“Alumni Menwa harus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat lainnya untuk mengambil bagian dalam membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

UMI Siapkan Model Pengkaderan Baru
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI Makassar, Prof. Dr. Kamal Hijaz, SH., MH., mengatakan Menwa memiliki kontribusi penting dalam membentuk kedisiplinan mahasiswa.

UMI, kata Kamal, memberikan perhatian terhadap keberlanjutan organisasi tersebut. Salah satu fokusnya ialah membangun model pengkaderan yang lebih baik sehingga Menwa dapat berkembang bersama organisasi kemahasiswaan lainnya.

“Peran Menwa sangat penting bagaimana mewujudkan kedisiplinan bagi mahasiswa,” katanya.

Pelantikan dilakukan Ketua Ikatan Alumni Menwa Sulawesi Selatan, Dr. Bahar Ngitung, dan disaksikan sejumlah pengurus IARMI Sulawesi Selatan serta alumni Menwa.

Selain Muhammad Syarif sebagai ketua, pengurus IARMI Komisariat UMI Makassar yang dilantik antara lain Muhammad Said, ST., MT. sebagai Sekretaris Umum dan Fahrun, ST. sebagai Bendahara Umum, serta sejumlah pengurus departemen.

Kepengurusan periode 2026–2029 tersebut membawa tantangan baru: mempertahankan karakter Menwa sekaligus membuktikan bahwa bela negara dapat dilakukan melalui pengabdian sosial, menjaga persatuan, melawan disinformasi, dan ikut memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.( Yahya Patta/Buang Supeno).