Ahmad Arifin (Nguk) Lolos Kejurnas Biliar, Bawa Nama Kota Batu ke Panggung Nasional

1964690_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Kota Batu. Atlet biliar Kota Batu, Ahmad Arifin alias Nguk, berhasil lolos ke Kejurnas Biliar 2026 setelah melewati Seleksi Daerah (Selekda) Biliar Jawa Timur.

 

Selekda Biliar Jawa Timur 2026 diselenggarakan Pengprov POBSI Jatim pada 27–29 Agustus 2026 di Kong’s Billiard, Sidoarjo.

 

Ajang tersebut menjadi bagian dari proses penjaringan atlet biliar terbaik Jawa Timur untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

 

Keberhasilan Nguk melaju ke Kejurnas semakin menguatkan catatan prestasinya. Sebelumnya, ia berhasil menjadi jawara dalam Home Tournament Biliar se-Jawa Timur dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar di GS Art 2 Biliar Batu, Minggu (23/8/2026).

Ketua POBSI Kota Batu, Gaib Sampurno, menyambut positif keberhasilan tersebut. Menurutnya, lolosnya Nguk ke Kejurnas menjadi bukti bahwa pembinaan atlet biliar di Kota Batu mulai menunjukkan hasil.

“Alhamdulillah atlet Kota Batu masuk Kejurnas setelah menjuarai Kejurda di Sidoarjo. Bukti pembinaan atlet berjalan dengan baik,” ungkap Gaib di Biliar GS 2 Batu, Rabu (2/9/2026).

Bagi POBSI Kota Batu, capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan individu.

Lebih jauh, prestasi Nguk menjadi indikator bahwa olahraga biliar di Kota Batu memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Sebab di balik keberhasilan seorang atlet, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat. Latihan, disiplin, menjaga konsentrasi, mengasah teknik, hingga kemampuan mengendalikan emosi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang atlet

15 Atlet Jatim Bersiap ke Kejurnas

Nguk akan memperkuat kontingen POBSI Jawa Timur bersama 14 atlet lainnya yang berasal dari sejumlah daerah, yakni Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Surabaya, Kota Malang, Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Blitar.

Selanjutnya, para atlet tersebut akan menghadapi Kejurnas Biliar 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 5–11 September 2026.

 

Bagi Kota Batu, keberhasilan Nguk bukan hanya menjadi prestasi pribadi. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi pembinaan olahraga biliar di Kota Batu agar semakin berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

Dengan lolosnya Nguk ke Kejurnas, nama Kota Batu kini turut dipertaruhkan di panggung nasional.

 

Karena itu, langkah Nguk menuju Jakarta bukan hanya tentang mengejar medali.

Ada nama Kota Batu yang ikut dipertaruhkan.

Ada harapan agar pembinaan atlet di Kota Batu semakin berkembang.

Dan ada generasi muda yang bisa melihat bahwa prestasi nasional bukan sesuatu yang mustahil diraih dari daerah.

Kota Batu memang dikenal sebagai kota wisata.

Namun melalui Nguk, Batu menunjukkan wajah lainnya: kota yang juga mampu melahirkan atlet berprestasi.

Kini, meja hijau di Jakarta menunggu. Stik akan kembali digenggam.Bola-bola akan kembali disusun. Dan Nguk akan menghadapi pertarungan berikutnya.

Dari Batu, ia membawa satu nama.

Kota Batu.

Dari Jawa Timur, ia membawa satu amanah.

Membuktikan bahwa talenta daerah mampu berbicara di tingkat nasional.

Jakarta bukan akhir perjalanan.

Jakarta adalah panggung berikutnya untuk sebuah mimpi yang sedang diperjuangkan

 

Tantangan berikutnya adalah menjaga performa dan memberikan penampilan terbaik saat bertanding di Jakarta. ( Eno).