UIN Malang Perkuat Pengarusutamaan Gender, PSGAD Satukan Fakultas Bangun Kampus Inklusif
Malang | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus yang inklusif, adil, dan responsif terhadap isu gender.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Temu Gender Focal Point Fakultas dan Universitas yang digagas Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan yang akan berlangsung pada Selasa (28/7/2026) di Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB itu mengusung tema “Kajian Gender Synergy: Mengurai Bias, Membangun Inklusi di Seluruh Rumpun Keilmuan.”
Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarfakultas dalam mengimplementasikan pengarusutamaan gender di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua PSGAD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Ketua Panitia, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., mengatakan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan seluruh Gender Focal Point di tingkat fakultas maupun universitas guna menyamakan persepsi serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun budaya akademik yang lebih inklusif.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam kebijakan, proses pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, PSGAD berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara Gender Focal Point di tingkat fakultas maupun universitas dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk mendukung implementasi pengarusutamaan gender.
Selain menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik, pertemuan ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya akademik yang menghargai keberagaman, menjunjung kesetaraan, serta memberikan ruang yang inklusif bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Mega, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan forum tersebut merupakan salah satu langkah nyata PSGAD dalam mendorong terwujudnya kampus yang semakin responsif terhadap nilai-nilai keadilan.
“Ini menjadi salah satu langkah konkret yang dilakukan oleh PSGAD,” tegasnya.
Forum ini akan menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar, di antaranya Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Prof. Hj. Dr. Mufidah Ch., M.Ag., Prof. Hj. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag., Prof. Dr. Hj. Erfaniah Zuhriah, S.Ag., M.H., Dr. Hj. Istiadah, M.A., serta Dr. Mohammad Mahpur, M.Si. Diskusi akan dipandu langsung oleh Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. sebagai moderator.
Mega menambahkan, kesetaraan gender merupakan agenda bersama yang harus menjadi perhatian seluruh sivitas akademika.
Karena itu, setiap rumpun keilmuan memiliki peran strategis dalam menghadirkan kebijakan dan praktik akademik yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, serta penghormatan terhadap keberagaman.
PSGAD mengundang seluruh Gender Focal Point fakultas, sivitas akademika, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap penguatan perspektif gender untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
Melalui forum ini diharapkan lahir rekomendasi dan kolaborasi berkelanjutan yang mampu memperkuat implementasi pengarusutamaan gender sekaligus mendukung terwujudnya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai kampus unggul, inklusif, dan berkeadilan. ( Eno)






