Khoirun Naimah, M.Pd., Alumni Magister PGMI UIN Malang yang Menorehkan Jejak Inovasi dari Ruang Kelas ke Panggung Prestasi Daerah

1765919_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Bagi Khoirun Naimah, M.Pd., mengajar bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran.

 

Di tangan alumnus Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu, ruang kelas menjadi laboratorium lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi yang berdampak luas.

 

Dedikasi itulah yang mengantarkannya meraih penghargaan bergengsi dalam Innovative Government Award (IGA) 2026 Kabupaten Malang.

 

Guru SDN 1 Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang tersebut berhasil memperoleh nilai kematangan inovasi tertinggi melalui karya bertajuk “STIFIN SMART”, sebuah inovasi pembelajaran yang dinilai mampu menghadirkan pendekatan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendukung penguatan budaya inovasi di Kabupaten Malang.

 

Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Penguatan Budaya Inovasi dan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen, Kamis (23/7/2026).

 

Momentum itu menjadi ruang apresiasi bagi para inovator daerah yang berhasil melahirkan terobosan dalam pelayanan publik dan pembangunan.

Atas nama Bupati Malang, penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Arzad Sectio, S.IP., MPA, Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, bersama pimpinan perangkat daerah dan para pegiat inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.

Bagi Khoirun Naimah, penghargaan itu bukan sekadar simbol keberhasilan pribadi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pengakuan bahwa inovasi dapat tumbuh dari dedikasi seorang guru yang setiap hari berhadapan dengan kebutuhan nyata peserta didik.

 

Melalui STIFIN SMART, ia menunjukkan bahwa pendidikan memerlukan keberanian untuk terus beradaptasi, menemukan cara baru, dan menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna.

Jejak akademik yang ditempuh di Program Magister PGMI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi fondasi penting dalam membangun cara berpikir kritis, riset, dan inovatif.

 

Bekal tersebut kemudian diterjemahkan dalam praktik nyata di sekolah hingga mampu melahirkan karya yang diakui di tingkat daerah.

Ketua Program Studi Magister PGMI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Hj. Samsul Susilawati, M.Pd., menilai prestasi tersebut mencerminkan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi.

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Khoirun Naimah, M.Pd. atas prestasi yang diraih dalam Innovative Government Award 2026 Kabupaten Malang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa alumni Magister PGMI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi dunia pendidikan dan pembangunan daerah. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Prestasi Khoirun Naimah menjadi cerminan bahwa perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga sosok-sosok yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan di tengah masyarakat.

 

Dari ruang kuliah hingga ruang kelas, semangat untuk terus belajar dan berinovasi menjadi benang merah yang menghubungkan perjalanan akademik dengan pengabdian.

 

Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, keberhasilan alumninya itu menambah deretan bukti bahwa paradigma Ulul Albab yang memadukan nilai keislaman, keilmuan, dan profesionalisme mampu melahirkan insan pembelajar yang adaptif terhadap perubahan.

 

Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang, kiprah Khoirun Naimah menjadi pesan bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari mereka yang dengan tekun mengabdi, bekerja dalam senyap, dan menjadikan pendidikan sebagai jalan menghadirkan perubahan.( Eno).