PWI Desak Perlindungan Jurnalis usai Israel Cegat Kapal Misi Kemanusiaan Gaza

1447224_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com – Persatuan Wartawan Indonesia mendesak perlindungan maksimal terhadap jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 setelah kapal yang mereka tumpangi dicegat aparat militer Israel saat menuju Gaza, Palestina.

 

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengecam keras tindakan pencegatan terhadap misi sipil dan kemanusiaan tersebut.

 

Menurutnya, keselamatan jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan harus dijamin dan dihormati dalam kondisi apa pun.

Dalam keterangan tertulisnya, Akhmad Munir menegaskan bahwa jurnalis hadir untuk menyampaikan fakta kemanusiaan kepada dunia internasional, bukan menjadi bagian dari konflik yang terjadi di kawasan tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan menuju Gaza, termasuk jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Keselamatan insan pers harus dihormati dan dilindungi dalam situasi apa pun,” ujar Akhmad Munir di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Tiga jurnalis Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Menurut Munir, kehadiran para wartawan dalam misi tersebut bertujuan untuk melaporkan kondisi kemanusiaan di Gaza kepada publik global. Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati independensi dan keselamatan kerja pers.

“Pers hadir untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia. Tidak boleh ada intimidasi ataupun tindakan yang mengancam keselamatan jurnalis yang menjalankan tugas profesinya,” tegasnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sedikitnya 10 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan aparat Israel. Beberapa kapal yang dilaporkan dicegat di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia belum dapat dihubungi dan kondisi awak kapal masih belum diketahui secara pasti.

PWI Pusat menyatakan mendukung penuh langkah diplomatik Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan perwakilan RI di sejumlah negara guna memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah perlindungan terhadap WNI.

Kementerian Luar Negeri RI juga telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk mengantisipasi proses perlindungan maupun pemulangan warga negara Indonesia apabila diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar diberikan keselamatan dan segera dapat kembali dengan selamat,” tutup Akhmad Munir. ( Eno).