Melodi Kenangan yang Tak Lekang: Ruang Ekspresi dan Kebersamaan dalam “Melody Memori” ATV Batu

1327583_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Ada yang berbeda dari udara Kota Batu pada Rabu. malam (22/4/2026).

 

Setelah jeda panjang selama bulan puasa, program “Melody Memori” kembali mengudara di ATV Batu, membawa serta gelombang nostalgia yang hangat dan penuh makna.

 

Bersama Bina Talenta Komunitas (BTK) Batu, acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi yang menjembatani kenangan, bakat, dan kebersamaan lintas generasi.

 

“Melody Memori” dikenal sebagai program unggulan ATV LPP Lokal TV Batu yang menghadirkan lagu-lagu lawas—yang bukan hanya enak didengar, tetapi juga sarat cerita.

 

Di sinilah para pecinta musik, khususnya dari kalangan senior, menemukan panggungnya. BTK Batu, sebagai wadah komunitas, memainkan peran penting dalam menjaga semangat itu tetap hidup.

Suasana hangat langsung terasa sejak awal acara. Ketua BTK, Abdul Wachid, membuka panggung dengan lagu “Jerat” yang dipopulerkan Harvey Malaiholo.

 

Alunan suaranya menghadirkan nuansa syahdu yang perlahan membangun kedekatan antara penampil dan penonton. Energi itu kemudian dilanjutkan oleh Yusta dengan lagu “Tirai” milik Rafika Duri.

 

Puncak semangat di sesi pertama hadir saat Camat Bumiaji, Thomas Maydo, tampil membawakan lagu “Love” dari The Mercy’s.

Penampilannya bukan hanya menunjukkan kecintaan pada musik, tetapi juga memperlihatkan kedekatan pemimpin dengan masyarakat melalui medium yang sederhana namun bermakna.

 

Dipandu oleh Septian Wilson, acara berjalan dinamis dan penuh warna. Ia mampu merangkai setiap penampilan menjadi satu kesatuan yang hidup, menghadirkan suasana santai sekaligus penuh kenangan.

 

Deretan penampil berikutnya semakin memperkaya suasana. Bung Itok membawakan “Seruling Bambu” karya Alfian dengan irama yang menghangatkan suasana dingin khas Batu.

Mince tampil enerjik lewat “Taman Jurug” milik Didi Kempot, sementara Ismail mengajak penonton bergoyang lewat lagu “Sayang” dari Rhoma Irama.

 

Menariknya, “Melody Memori” juga memberi ruang bagi talenta muda. Novan, putra Camat Bumiaji, tampil memukau lewat lagu “Arti Kehidupan” milik Mus Mujiono.

 

Dengan karakter vokal yang disebut-sebut menyerupai Tompi, ia menunjukkan potensi besar sebagai generasi penerus di dunia musik lokal.

 

Kolaborasi juga menjadi kekuatan acara ini. Duet Nanang dan Sulis menghadirkan harmoni dalam lagu “Jangan Ada Dusta Di Antara Kita” yang dipopulerkan Broery Marantika dan Dewi Yull.

 

Kehadiran Bhima dan Ponco turut menambah warna dalam panggung yang semakin semarak.

Sebagai penutup, Gaib Sampurno membawakan lagu “Disaat Kau Harus Memilih” dengan penuh penghayatan. Suaranya yang merdu dan emosional menjadi penutup sempurna bagi rangkaian acara yang sarat kenangan.

 

Tepuk tangan panjang dari para penonton di studio ATV di kawasan Oro-oro Ombo menjadi bukti bahwa “Melody Memori” bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman bersama yang membekas.

 

Lebih dari sekadar hiburan, “Melody Memori” adalah perayaan akan kenangan, kebersamaan, dan keberanian untuk terus berekspresi tanpa batas usia.

 

Di tengah arus modernitas yang serba cepat, acara ini menjadi pengingat bahwa musik lama tak pernah benar-benar usang—ia hanya menunggu untuk kembali dinyanyikan, bersama cerita-cerita yang tetap hidup di hati. ( Eno).