Atlet Biliar POBSI Batu Raih 7 Medali dan Juara Umum Kedua di Kejurprov Jatim 2024
Probolinggo | Serulingmedia.com – Atlet biliar dari Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batu berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih 7 medali sekaligus menduduki posisi Juara Umum Kedua dalam Kejuaraan Provinsi Jawa Timur (Kejurprov Jatim) yang digelar di JNC Biliar, Probolinggo, pada 1-4 November 2024.

Ketua POBSI Kota Batu, Ghaib Sampurno, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi pemanasan bagi para atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Dalam kejuaraan ini, POBSI Batu menurunkan 12 atlet yang sukses membawa pulang 7 medali, terdiri dari 2 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu.
“Alhamdulillah, hasil ini berkat latihan keras di bawah bimbingan pelatih Eko dan Arifin, serta dukungan penuh dari Ketua KONI Batu. Semuanya bekerja keras demi hasil ini,” ujar Ghaib dalam wawancara di kantornya, Rabu (6/11/2024).
Kejuaraan yang diikuti oleh 29 kota dan kabupaten se-Jawa Timur ini menggunakan sistem single elimination, dengan beberapa kategori nomor yang dimainkan, yaitu bola 8, bola 9, bola 10, dan bola 15 untuk kategori tunggal dan ganda.
Adapun peraih medali emas dari POBSI Batu adalah Alexa De Angelic Feutsya Siswa SMKN Satu Batu dan Stephanie Azmya Putri siswa SMAN 2 Batu di nomor Double putri bola 9 dan bola 10.

Medali perak diraih oleh Alexa Vallent Linggatama dan adiknya Amanda Vannesya Linggatama , yang keduanya masih duduk di kelas satu SMP Negeri 1 Batu. Vallent berkompetisi di nomor single putra bola 15, sementara Amanda di nomor single putri bola 15.

Untuk medali perunggu, masing-masing diperoleh oleh Stephanie di nomor Single putri bola 8, pasangan Abde Atsar Putra Indarta-Aditya Mahendra main di nomor Double putra bola 9, dan Glenn Rivardy Christian Tatipang – Arofah Baktiar di nomor Double putra bola 10.

Ghaib menjelaskan, Kejurprov Jatim ini bukan hanya ajang seleksi bagi para atlet untuk persaingan di tingkat provinsi, tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk mengasah keterampilan serta menguji mental bertanding sebelum tampil di Porprov 2025.

“Di Kejurprov ini, dengan sistem single elimination, para atlet harus menunjukkan performa terbaik mereka sejak awal, karena hanya ada satu kesempatan untuk maju ke babak berikutnya. Ini tentu menambah intensitas setiap pertandingan,” jelas Ghaib.
Selain sebagai ajang pemanasan, Kejurprov Jatim juga diharapkan dapat menjadi wadah dalam mencetak bibit-bibit baru atlet biliar di Jawa Timur yang akan memperkuat persaingan di tingkat nasional. Sebagai olahraga yang semakin diminati, biliar membutuhkan regenerasi atlet yang kompetitif, dan Kejurprov ini adalah langkah awal yang penting.
Ghaib pun mengapresiasi dukungan penuh dari Ketua KONI Batu, Sentot Ari Wahyudi, yang dinilainya selalu memberikan motivasi kepada para atlet biliar untuk berprestasi. “Semoga seluruh cabang olahraga terus didukung oleh Ketua KONI sehingga mampu berprestasi,” pungkasnya.( Eno )






