Datin Siti Taniza Toha dari Malaysia Bekali Mahasiswa UIN Malang Strategi Regulasi Emosi Berbasis Amalan Islam
Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Program Magister Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat wawasan baru tentang strategi mengelola emosi dan mengintegrasikan praktik amalan Islam dalam pendampingan psikologis melalui visiting lecture bersama Presiden Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA), Datin Dr. Siti Taniza Toha, Senin (19/10/2026).
Kuliah tamu yang berlangsung di Ruang Meeting Lantai 1 Fakultas Psikologi tersebut mengangkat tema “Latihan Regulasi Emosi dengan Praktik Amalan Islam”. Materi ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang pengelolaan emosi sekaligus mengeksplorasi relevansi nilai-nilai spiritual dalam praktik psikologi dan konseling.
Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk mengenali, memahami, mengelola, dan merespons emosi secara tepat dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan. Kemampuan ini penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis, membangun hubungan interpersonal yang sehat, serta membantu individu menghadapi tekanan dan tantangan sehari-hari.
Dalam konteks pendidikan psikologi, pemahaman mengenai regulasi emosi juga menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pendampingan psikologis. Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa diajak mendalami bagaimana praktik amalan Islam dapat dikaji sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan emosi, dengan tetap memperhatikan landasan ilmiah dan kebutuhan individu.
Kehadiran Datin Dr. Siti Taniza Toha memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif dari praktisi konseling Malaysia. Pertukaran wawasan lintas negara ini diharapkan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pendekatan regulasi emosi serta membuka ruang diskusi tentang penerapan nilai-nilai spiritual dalam proses konseling.

Tema yang diangkat juga relevan dengan pengembangan keilmuan psikologi yang mengintegrasikan perspektif ilmiah dan nilai-nilai Islam. Integrasi tersebut memungkinkan pengalaman emosional manusia dipahami secara lebih menyeluruh, tanpa mengabaikan aspek psikologis, sosial, budaya, maupun spiritual.
Bagi mahasiswa Magister Psikologi, pembahasan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan cara pandang kritis dalam memahami kebutuhan individu yang menjalani pendampingan psikologis. Pendekatan berbasis amalan Islam dapat menjadi objek kajian lebih lanjut untuk menelaah relevansi, manfaat, serta batas penerapannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Penyelenggaraan visiting lecture ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkaya proses pembelajaran melalui keterlibatan praktisi dan akademisi internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan untuk mendukung pengembangan pendidikan psikologi yang responsif terhadap dinamika masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep regulasi emosi secara teoretis, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif kritis dalam mengeksplorasi penerapannya pada kajian dan praktik psikologi. Dengan demikian, integrasi ilmu psikologi dan nilai-nilai Islam dapat terus dikembangkan secara ilmiah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (Eno)
