Siswa Makin Rentan di Era Digital, UIN Malang Gandeng PEKA Malaysia Perkuat Kompetensi Konselor
Malang | Serulingmedia.com – Perubahan perilaku siswa di tengah disrupsi digital menuntut keterampilan konseling yang semakin adaptif.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menjalin kerja sama dengan Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) untuk memperkuat kompetensi konseling melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengembangan keahlian profesional.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., dan Presiden PEKA, Datin Dr. Siti Taniza Toha, di Auditorium Lantai 1 Fakultas Psikologi UIN Malang, Senin (19/10/2026).
Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Psychological Summit 2026 bertema “Counseling Skills in Addressing Student Problems in the Era of Digital Disruption”.
Tema tersebut menyoroti pentingnya kesiapan konselor menghadapi persoalan siswa di tengah perubahan lingkungan sosial dan digital yang semakin kompleks.
Di era digital, tantangan konseling tidak cukup dijawab dengan pendekatan konvensional.
Konselor dituntut mampu memahami perubahan perilaku, dinamika hubungan sosial, serta persoalan psikologis siswa yang berkembang seiring penggunaan teknologi.
Kondisi ini menempatkan peningkatan kompetensi profesional sebagai kebutuhan penting dalam layanan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan.
Namun, kerja sama lintas negara ini perlu diwujudkan dalam program nyata agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen.
Penguatan keterampilan praktis, pertukaran pengalaman profesional, dan pengembangan pendekatan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa menjadi bagian penting dari tindak lanjut kemitraan tersebut.
Berawal dari Praktik Lapangan
Kolaborasi UIN Malang dan PEKA telah dirintis melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Malang pada Agustus 2026.
Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama ke bidang akademik dan pengembangan kompetensi konseling.
Ke depan, kedua institusi merencanakan pengembangan kegiatan perkuliahan bagi mahasiswa Program Magister Psikologi (S2).
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh perspektif akademik dan pengalaman praktis dari para ahli serta praktisi di Malaysia.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan internasional sekaligus memahami pendekatan konseling dari perspektif yang lebih beragam.
Tantangannya, pengalaman tersebut perlu diterjemahkan menjadi keterampilan yang dapat diterapkan dalam menghadapi persoalan nyata di sekolah dan lembaga pendidikan.
Libatkan Akademisi dan Praktisi Pendidikan
Penandatanganan MoA dihadiri delegasi PEKA Malaysia, yakni Muhammad Safuan Abdullah, KB., PA, Tuan Hishamudin Salleh, dan Dr. Yusria Ningsih, S.Ag., M.Kes., CHt.
Hadir pula pimpinan fakultas, mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Psikologi, serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan.
Kehadiran akademisi, mahasiswa, dan guru BK mempertemukan kepentingan pengembangan ilmu dengan kebutuhan praktik di lapangan.
Forum ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai keterampilan konseling dalam merespons persoalan siswa di tengah disrupsi digital.
Melalui kemitraan tersebut, Fakultas Psikologi UIN Malang dan PEKA diharapkan mengembangkan program kolaboratif yang berkelanjutan, mulai dari kegiatan akademik, pertukaran pengalaman profesional, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa dan praktisi.
Ukuran keberhasilan kerja sama ini bukan semata penandatanganan MoA, melainkan sejauh mana kolaborasi mampu meningkatkan kualitas layanan konseling dan membantu lembaga pendidikan merespons persoalan siswa secara tepat di era digital.( Eno)
