Mahasiswa Psikologi UIN Malang Ajak Mahasiswa Peduli Kesehatan Mental Lewat “We Listen & We Hug You”
Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengajak mahasiswa lebih peduli terhadap kesehatan mental melalui kegiatan promosi kesehatan bertajuk We Listen & We Hug You, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB di depan area parkir Fakultas Kedokteran, Kampus 3 UIN Malang, diikuti lebih dari 30 mahasiswa, terutama dari rumpun humaniora dan kedokteran.
Program ini menekankan pentingnya dukungan sosial dari keluarga, teman, pasangan, dan orang-orang terdekat dalam membantu seseorang menghadapi tekanan akademik maupun persoalan pribadi.
Melalui edukasi dan aktivitas interaktif, mahasiswa diajak mengenali dukungan yang mereka miliki, berani berbagi cerita, serta mengetahui akses layanan bantuan psikologis yang tersedia di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai dukungan sosial dan refleksi terhadap lingkungan pertemanan peserta.
Selanjutnya, mahasiswa mengikuti permainan spinning wheel yang menyediakan hadiah berupa permen, bolpoin, makanan ringan, dan cokelat.
Peserta juga mengikuti aktivitas Pohon Harapan dengan menuliskan aspirasi dan harapan mereka, termasuk mengenai kesejahteraan diri dan hubungan sosial.
Salah satu agenda utama adalah sesi konseling mini yang memberikan ruang bagi peserta untuk bercerita dalam suasana suportif.
Peserta juga dapat memberikan pelukan sebagai bentuk dukungan emosional dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan persetujuan masing-masing.
Ketua Tim Promosi Kesehatan Mental We Listen & We Hug You, Tijani Khoirunnisa’, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengingatkan mahasiswa bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kami sebagai mahasiswa Psikologi ingin mahasiswa di luar prodi Psikologi tahu bahwa mereka tidak sendirian. Dukungan sosial dari keluarga, teman, maupun orang terdekat sangat berarti bagi kesehatan mental,” ujar Tijani.
Ia berharap kegiatan tersebut mendorong mahasiswa lebih berani bercerita dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan psikologis.
“Kami berharap mahasiswa berani bercerita dan tidak ragu memanfaatkan layanan Laboratorium Konseling UINMA yang gratis dan terbuka bagi seluruh mahasiswa,” tambahnya.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa juga memperkenalkan layanan Laboratorium Konseling Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Layanan tersebut tersedia secara gratis bagi mahasiswa UIN Malang dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), pada Senin hingga Jumat.
Dosen pendamping, Muh. Anwar Fu’ady, menegaskan bahwa kegiatan promosi kesehatan mental menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu psikologi secara langsung di lingkungan kampus.
Menurutnya, kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kondisi individu, tetapi juga dipengaruhi kualitas hubungan sosial dan dukungan dari lingkungan sekitar.
“Dukungan sosial merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikenali dan diperkuat. Saya juga berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan mental, memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, serta mengetahui akses layanan konseling yang tersedia di kampus,” ungkap Anwar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok We Listen & We Hug You, yakni Jingga Aulia Azza, Rosyanda Nirmala Rahmat, Naura Ghaida Hanimtsurnya, Aulia Ainus Safina, M. Haikal Fadhila, Muhammad Ibrahim, dan Tijani Khoirunnisa’ sebagai ketua tim.
Mereka bekerja sama menyiapkan materi edukasi, media interaktif, skrining dukungan sosial, serta informasi mengenai layanan konseling kampus.
Program ini merupakan bagian dari penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam perkuliahan Psikoterapi.
Melalui pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga merancang dan melaksanakan kegiatan edukasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kampus.
Melalui program tersebut, mahasiswa Psikologi UIN Malang berharap kesadaran tentang kesehatan mental semakin meningkat, dukungan sosial semakin kuat, dan mahasiswa tidak lagi merasa ragu mencari pertolongan profesional saat membutuhkannya.
Pesan yang diusung sederhana: berani bercerita, bersedia mendengarkan, dan mencari bantuan ketika diperlukan merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. ( Eno).
