ANSHAR 2026 UIN Malang Hadirkan Pakar Malaysia dan Singapura, Perkuat Pemantauan Kesehatan Jemaah Haji

2154629_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Simposium Kesehatan Tahunan Haji dan Umrah ke-6 atau Annual Symposium on Hajj and Umrah Health (ANSHAR 2026), dengan mengusung tema “Pemantauan Intensif Jemaah Haji”, Sabtu ( 10/10/2026).

 

Kegiatan ini menjadi forum ilmiah untuk memperkuat kolaborasi akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah.

Simposium tersebut menghadirkan tiga pembicara utama (keynote speakers), yakni Prof. Dr. Barakatun Nisak Mohd Yusof dari Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia; Dr. Sueziani Binti Zainudin dari Singapura; serta Dr. dr. Ermin Rachmawati dari FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kehadiran para pakar dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia diharapkan memperkaya pertukaran pengetahuan serta pengalaman mengenai tantangan dan pengembangan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., dalam sambutan pembukaan menekankan pentingnya pemantauan kesehatan secara intensif untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, penyelenggaraan kesehatan haji membutuhkan persiapan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga melalui kerja sama lintas disiplin dan lintas negara.

 

Simposium ini menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif dalam pelayanan kesehatan jemaah.

“Pemantauan kesehatan secara intensif menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah haji dan umrah dengan aman dan nyaman. Karena itu, diperlukan sinergi antara akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan,” Ungkap Prof. Triyo.

Tantangan kesehatan jemaah haji

Ibadah haji dan umrah memerlukan persiapan yang menyeluruh, mencakup kesiapan spiritual, fisik, mental, dan medis.

 

Selama menjalankan ibadah, jemaah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca dan lingkungan yang padat hingga perjalanan panjang, aktivitas fisik yang menguras tenaga, serta penyakit penyerta.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian khusus, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

 

Pemeriksaan kesehatan, pemantauan kondisi fisik, deteksi dini gangguan kesehatan, serta tindak lanjut medis menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko komplikasi.

Karena itu, pemantauan kesehatan tidak semestinya hanya dilakukan ketika jemaah mengalami keluhan. Pendekatan preventif dan berkelanjutan diperlukan agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.

Melalui tema “Pemantauan Intensif Jemaah Haji”, ANSHAR 2026 mengangkat pentingnya penguatan sistem pelayanan kesehatan yang terencana, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan jemaah.

Perkuat kolaborasi internasional

Kehadiran Prof. Dr. Barakatun Nisak Mohd Yusof dari UPM Malaysia dan Dr. Sueziani Binti Zainudin dari Singapura bersama Dr. dr. Ermin Rachmawati dari FKIK UIN Malang menjadi bagian penting dalam pengembangan diskusi akademik mengenai kesehatan haji dan umrah.

Pertemuan para pakar dalam satu forum diharapkan membuka ruang pertukaran pengalaman, pendekatan ilmiah, dan praktik pelayanan kesehatan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan jemaah.

Bagi perguruan tinggi, forum ini juga menjadi sarana memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kesehatan haji dan umrah.

Triyo Supriyatno berharap, simposium tidak berhenti sebagai ruang diskusi ilmiah, tetapi juga mendorong lahirnya rekomendasi dan kerja sama berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jemaah.

Dorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan

Prof Triyo menyampaikan apresiasi kepada FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas penyelenggaraan ANSHAR 2026.

 

Kegiatan tersebut dinilai penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas tantangan sekaligus peluang peningkatan pelayanan kesehatan haji dan umrah.

Seluruh peserta juga diajak berpartisipasi aktif dalam setiap sesi, menyampaikan gagasan, serta membangun jejaring kerja sama yang berkelanjutan.

Dengan diskusi yang melibatkan pakar dari berbagai negara, ANSHAR 2026 diharapkan menghasilkan perspektif baru mengenai pemantauan kesehatan jemaah, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penguatan koordinasi pelayanan medis.

Melalui penyelenggaraan simposium tahunan ini, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat kolaborasi akademik dan pelayanan kesehatan, sehingga keselamatan, kenyamanan, serta kesejahteraan jemaah semakin menjadi prioritas dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. (Eno).