E-Sport UIN Malang Tumbangkan UIN Surakarta, Tiket Babak Kedua PORSI Jawara 2026 Diamankan

Screenshot_2026-09-10-12-23-05-904_com.android.chrome-edit

Pekalongan | Serulingmedia.com — Tim e-sport UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuka perburuan prestasi di PORSI Jawara 2026 dengan kemenangan.

 

Menghadapi UIN Surakarta, Kamis (10/9/2026), tim UIN Malang tampil solid dan memastikan tiket ke babak kedua kompetisi.

 

Pertandingan berlangsung di Ruang Fakultas Syariah (Fasya) lantai 4, mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Laga tersebut menjadi bagian dari babak pertama yang diikuti 14 tim dari perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

UIN Malang tidak memberi ruang bagi UIN Surakarta untuk menghentikan langkah mereka. Permainan yang mengandalkan kekompakan dan konsistensi akhirnya membawa tim UIN Malang keluar sebagai pemenang.

Kemenangan itu bukan sekadar angka di papan pertandingan. Hasil tersebut menjadi pintu bagi UIN Malang untuk melanjutkan perburuan prestasi di cabang e-sport PORSI Jawara 2026.

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Romi Faslah, S.Pd.I., M.Si., mengapresiasi perjuangan para atlet yang mampu melewati pertandingan pertama dengan hasil positif. Menurut dia, kemenangan awal harus dijadikan pemantik semangat, bukan alasan untuk kehilangan fokus.

“Kemenangan ini menjadi modal awal yang sangat baik. Namun, perjuangan masih panjang. Yang paling penting adalah menjaga kekompakan, fokus, sportivitas, dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” ujar Romi.

Romi juga menekankan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam PORSI Jawara bukan hanya soal mengejar kemenangan.

 

Arena kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah mental, disiplin, kerja sama, sekaligus membawa nama baik almamater.

“Kami berharap para mahasiswa terus menikmati proses kompetisi, tetap percaya diri, dan mampu menunjukkan karakter mahasiswa UIN Malang yang sportif serta berprestasi,” katanya.

Namun, babak pertama hanyalah permulaan. Persaingan pada babak berikutnya dipastikan semakin ketat. Setiap kesalahan dapat menjadi pembeda, sementara koordinasi dan ketenangan pemain akan diuji lebih jauh.

Kemenangan atas UIN Surakarta menjadi modal yang harus dijaga. Tim UIN Malang dituntut mempertahankan fokus, memperkuat komunikasi, dan membaca permainan lawan pada pertandingan berikutnya.

Dukungan sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pun menjadi energi tambahan bagi para atlet. Mereka kini membawa satu pesan ke arena: menang di awal adalah modal, tetapi konsistensi yang menentukan seberapa jauh langkah mereka berlanjut.( Eno).