Pencak Silat Buka Perjuangan UIN Malang di PORSI Jawara II 2026

20260910_082543_1-1024x768

Pekalongan |Serulingmedia.co-Perjuangan kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di ajang PORSI Jawara II 2026 dimulai dari gelanggang pencak silat.

 

Cabang olahraga ini menjadi pembuka kiprah atlet UIN Malang untuk memperebutkan prestasi sekaligus membawa nama besar almamater di arena olahraga antarkontingen perguruan tinggi, Kamis (10/9/2026).

 

Pada kategori silat seni, atlet UIN Malang tampil memperagakan rangkaian jurus dengan tingkat kerumitan tinggi. Setiap gerakan dituntut presisi, mulai dari ketepatan teknik, keluwesan, kekuatan hingga penguasaan ritme.

 

Penampilan tersebut berlangsung sekitar 1 menit 20 detik. Waktu yang singkat itu menjadi ujian konsentrasi dan kematangan teknik para atlet untuk menuntaskan seluruh rangkaian jurus secara optimal.

 

Enam juri terlibat dalam penilaian. Setiap gerakan menjadi bagian penting yang diperhitungkan untuk menentukan kualitas penampilan atlet di gelanggang.

 

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Romi Faslah, S.Pd.I., M.Si., menempatkan keikutsertaan mahasiswa dalam PORSI Jawara bukan semata-mata sebagai ajang mengejar medali. Kompetisi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah mental, kedisiplinan, sportivitas dan kemampuan bekerja sama.

 

“PORSI Jawara menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Yang terpenting adalah berjuang dengan penuh sportivitas, menjaga nama baik almamater, dan memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan,” ujar Romi.

 

Menurutnya, setiap atlet yang turun ke arena membawa tanggung jawab sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar UIN Malang. Karena itu, semangat bertanding harus berjalan seiring dengan karakter dan nilai-nilai positif yang dibangun melalui kehidupan kampus.

 

“Kami berharap seluruh kontingen tetap fokus, percaya diri dan pantang menyerah. Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi semangat berjuang dan menjaga sportivitas harus tetap menjadi yang utama,” katanya.

 

Pencak silat bukan satu-satunya cabang yang mengawali perjuangan UIN Malang. Pada hari yang sama, kontingen UIN Malang juga turun di sejumlah cabang lain, di antaranya bola voli putra dan bulu tangkis.

Di lapangan bola voli, pertandingan berlangsung dinamis. Jual beli serangan, pertahanan, serta aksi saling mengembalikan bola mewarnai pertandingan. Setiap tim berusaha menjaga momentum permainan untuk mengamankan poin.

 

Rangkaian pertandingan tersebut menjadi awal perjalanan kontingen UIN Malang di PORSI Jawara II 2026. Bukan hanya soal mengejar kemenangan, para atlet juga dituntut menjaga sportivitas, kekompakan, disiplin dan mental bertanding.

 

Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil latihan sekaligus mengukur kemampuan menghadapi lawan dari berbagai perguruan tinggi.

 

Romi menegaskan, dukungan kampus menjadi bagian penting dalam menjaga motivasi para mahasiswa selama mengikuti kompetisi.

 

“Kami memberikan dukungan penuh kepada seluruh kontingen. Semoga perjuangan mereka membuahkan hasil terbaik dan mampu mengharumkan nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,” ujar Romi.

 

Kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan mampu menjaga konsistensi perjuangan hingga seluruh pertandingan berakhir.

 

Kerja keras, persiapan matang, sportivitas dan dukungan seluruh sivitas akademika menjadi modal untuk meraih hasil terbaik serta mengharumkan nama almamater di PORSI Jawara II 2026. ( Eno).