Ahmad Arifin “Nguk” Taklukkan 64 Pebiliar Jatim, Batu Bidik Prestasi Porprov 2027
Batu | Serulingmedia.com — Ahmad Arifin alias “Nguk” asal Kota Batu tampil sebagai champion Babak Final Home Tournament Biliar se-Jawa Timur yang digelar dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pertandingan final berlangsung di GS Art 2 Biliar Batu, Minggu malam (23/8/2026).

Ahmad Arifin berhasil mengalahkan Aris asal Malang untuk merebut posisi juara pertama.
Sementara itu, Handoko dari Batu dan Gun Jangkep dari Malang menjadi semifinalis.
Turnamen ini diikuti 64 pebiliar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut menjadi momentum penting bagi pembinaan atlet biliar Kota Batu.
Para atlet mendapat kesempatan menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding menghadapi pebiliar dari luar daerah.

Ketua POBSI Kota Batu sekaligus Ketua Panitia, Gaib Sampurno, mengaku bangga dan lega atas selesainya pelaksanaan kejuaraan tersebut.
Menurut Gaib, turnamen ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana uji tanding atlet-atlet biliar Kota Batu.
“Kami merasa bangga dan lega dengan selesainya kejuaraan ini. Selain menjadi momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga menjadi ajang uji tanding atlet biliar Kota Batu,” ujar Gaib.
Ia mengatakan, pengalaman bertanding sangat dibutuhkan untuk mematangkan mental dan kemampuan atlet. Karena itu, semakin banyak event digelar, semakin banyak pula kesempatan atlet untuk mengukur kemampuan secara langsung.
“Ini juga bagian dari proses pematangan pembinaan. Atlet tidak cukup hanya berlatih, tetapi harus sering mengikuti pertandingan agar mental dan jam terbangnya semakin matang,” katanya.
Gaib menambahkan, turnamen tersebut menjadi salah satu bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.
“Kami ingin melihat sejauh mana kemampuan atlet-atlet Kota Batu ketika berhadapan dengan peserta dari luar daerah. Hasilnya nanti menjadi bahan evaluasi untuk persiapan Porprov Jatim 2027,” ujarnya.
Ia berharap event biliar dapat terus digelar secara rutin di Kota Batu sehingga proses pembinaan berjalan berkesinambungan.
Didukung Dunia Usaha
Kejuaraan biliar se-Jawa Timur tersebut mendapat dukungan utama dari Sahabat Mikotopia Batu dan CV Arsufa Multikarya.

Trofi juara pertama diserahkan langsung Direktur CV Arsufa Multikarya, Achmad Julio Tampi, yang akrab disapa Rambing.
Rambing mengatakan, pihaknya mendukung penyelenggaraan turnamen biliar karena menjadi ruang untuk menggali potensi atlet-atlet lokal Kota Batu.
“Kami dari Sahabat Mikotopia sangat mendukung dengan adanya turnamen-turnamen biliar yang diadakan di Kota Batu. Ini menjadi ajang untuk menggali bibit-bibit unggul di Kota Batu yang notabene ternyata jago-jago,” ujar Rambing.
Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi langkah awal untuk mempersiapkan atlet Kota Batu menghadapi Porprov Jatim.
“Paling tidak ini menjadi satu awal untuk persiapan Porprov Jatim. Harapan kami Sahabat Mikotopia maupun nanti pengusaha yang lain dan masyarakat juga ikut berperan untuk mendukung atlet-atlet Kota Batu, khususnya biliar,” katanya.
Rambing menegaskan, dukungan terhadap olahraga tidak seharusnya hanya terfokus pada satu cabang. Menurutnya, Kota Batu memiliki banyak cabang olahraga yang juga membutuhkan ruang kompetisi dan pembinaan.
“Tidak hanya cabang olahraga biliar. Mungkin cabang yang lain, catur, karate, sepak bola dan lain sebagainya. Di Kota Batu cabangnya cukup banyak. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan yang cukup intens dari pemerintah maupun melibatkan pihak swasta, stakeholder dan lainnya,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak pihak ikut terlibat dalam pengembangan olahraga sehingga potensi generasi muda Kota Batu dapat terus digali.
Nguk Tak Menyangka Jadi Juara
Sementara itu, Ahmad Arifin alias Nguk mengaku senang setelah berhasil keluar sebagai juara pertama.
Ia mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari latihan yang dilakukan selama beberapa hari sebelum pertandingan.
“Ya, terutama senang. Hasil latihan berhari-hari, tidak menyangka bisa jadi juara. Mungkin kemarin lagi hoki saja,” kata Ahmad.
Meski berhasil menjadi juara, Ahmad tidak ingin cepat berpuas diri. Ia bertekad terus meningkatkan kemampuan dengan latihan secara rutin.
“Untuk ke depannya masih tetap giat berlatih. Berlatih terus sampai handicap-nya naik ke tingkat nasional,” ujarnya.
Ahmad mengaku saat ini masih berada pada level pemula. Namun, keberhasilannya mengalahkan peserta dari berbagai daerah Jawa Timur menjadi modal berharga untuk terus meningkatkan kemampuan.
Bukan Sekadar Trofi
Home Tournament Biliar se-Jawa Timur di GS Art 2 Biliar Batu akhirnya tidak hanya menghasilkan seorang juara.

Di balik trofi yang diraih Ahmad Arifin “Nguk”, terdapat agenda lebih besar: membangun pembinaan atlet biliar Kota Batu secara berkelanjutan.
Dengan dukungan POBSI, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, turnamen diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kompetisi harus menjadi ruang evaluasi, pencarian bibit dan pematangan mental atlet.
Apalagi, Porprov Jatim 2027 sudah berada di depan mata. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk memperbanyak pertandingan dan memperkuat pembinaan.
Dari meja biliar GS Art 2 Batu, satu pesan menjadi jelas: juara hari ini harus menjadi pijakan untuk prestasi yang lebih besar esok hari. ( Eno).






