Menuju Kepemimpinan Pembaharu: Tamsil Ainnur Rizal dan Tantangan Agropariwisata Kota Batu
Batu | serulingmedia.com – Dalam perspektif sosio-politis, kemunculan nama Tamsil Ainnur Rizal sebagai bakal calon pemilihan kepala daerah (Bacakada) 2024 di Kota Batu menimbulkan beragam respons dari tokoh masyarakat, termasuk Staf Ahli Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Nurbani Yusuf MSi.
Sebagai dosen ilmu Sosiologi UMM, Dr. Nurbani Yusuf MSi menyoroti urgensi akan keberadaan sosok pembaharu dalam menjaga konsep agropariwisata yang telah menjadi landasan Kota Batu sejak berdirinya.
Dalam konteks ini, perlu dipahami Kota Batu membutuhkan pemimpin yang mampu menggabungkan aspek pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan serta keberlanjutan pariwisata.
” Masyarakat butuh pemimpin yang sesuai dengan kondisi saat ini. Dimana wisata hari ini harus diarahkan, bahwa pertanian harus kembali diberdayakan. Intinya, masyarakat harus dikedepankan,” ungkap Nurbani.
Konsep agropariwisata yang telah ditekankan sejak awal Kota Batu berdiri merupakan pondasi penting yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
” Rizal merupakan anak muda visioner dan berwawasan, itu jelas ia buktikan sebagai seorang pengusaha. Maka selanjutnya ia harus bisa membangun pola komunikasi yang santun ramah dan mudah,” tandasnya.

Namun, melihat dari kacamata politik, kehadiran Tamsil Ainnur Rizal sebagai sosok yang terkait dengan pusat oleh-oleh yang dikembangkan menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan.
Dalam situasi ini, penting bagi masyarakat Kota Batu untuk mempertimbangkan dengan seksama bagaimana kemunculan Tamsil Ainnur Rizal dapat memengaruhi arah pembangunan Kota Batu ke depan, terutama dalam konteks menjaga keberlanjutan konsep agropariwisata.
” Saya berharap Rizal dalam cita-citanya memimpin Kota Batu mendatang harus berpikir anti mainstream, bebas dari pikiran jenuh dan mandiri. Dengan begitu, Rizal akan inovatif dan kreatif,” paparnya.
Dalam hal ini, penelitian lebih lanjut dan dialog terbuka antara calon dan masyarakat menjadi krusial untuk memastikan bahwa visi pembangunan Kota Batu tetap berada di jalur yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua pihak.
Keputusan politik yang diambil haruslah yang terbaik bagi kepentingan jangka panjang Kota Batu serta masyarakatnya secara keseluruhan.
Nurbani berharap Rizal harus mulai memahami geopolitik Kota Batu, membangun berdasar kebutuhan masyarakat, bukan keinginan pemerintahan.
Dengan demikian, penting bagi kita semua untuk memahami dan mengevaluasi implikasi politis dari kemunculan nama-nama seperti Tamsil Ainnur Rizal dalam bursa Bakal Calon Pemilihan Kepala Daerah (Bacakada) 2024 di Kota Batu, serta terus melibatkan diri dalam proses demokratisasi untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi Kota Batu dan seluruh warganya. ( Eno ).






